Minggu, 05 Oktober 2014

Pahit-Manisnya Pacaran Sama Orang yang Jauh Lebih Muda

Sebagian dari kamu mungkin pernah menjalani hubungan dengan seseorang yang umurnya terpaut jauh. Cinta memang tidak mengenal usia. Ia bisa datang pada sepasang manusia yang punya jarak umur yang jauh berbeda.
Sama seperti pacaran dengan pasangan yang sebaya, pacaran dengan orang yang jauh lebih muda (atau lebih tua) tentu ada suka dukanya. Sebagian mungkin sama dengan yang dialami pasangan sebaya, tapi ada juga pengalaman yang sama sekali berbeda jika kekasihmu jauh lebih muda. Kali ini, saya akan mencoba membagikan gimana suka dukanya punya pacar yang jauh lebih muda.


1. Pacaran dengannya itu terasa seperti bernostalgia.

Pacaran sama dia itu seperti nostalgia
Pacaran sama dia itu seperti nostalgia via toguturnip.wordpress.com
Ya, kencan dengannya itu kayak balik lagi ke masa muda SMA dengan segala kisah-kasihnya. Kalo pas lagi gak kuliah, kamu rela jemput dia ke sekolah. Ya, itung-itung mejeng. Hehehe. Kamu juga sering membandingkan SMA zamanmu dengan SMA zaman pacarmu.


2. Agendamu dengannya: nonton pensi atau nonton pertandingan basket tingkat SMA.

Diajak jadi suporter tim basket SMA-nya
Diajak jadi suporter tim basket SMA-nya via twitter.com
Iya, soalnya dia tampil di pensi atau ikut pertandingan olah raga mewakili sekolah. Kamu dengan senang hati menyemangati dia dari depan panggung atau pinggir lapangan. Pun kalo dia gak ikut keduanya, kamu tetap senang karena bisa menemaninya men-support teman-temannya.


3. Mulanya, orang tuanya memandangmu curiga.

Awalnya mereka begini...
Awalnya mereka begini… via giphy.com
Mungkin dalam pikirannya:
“Hmm, ngapain nih cowok deketin anak gue? Gak sadar apa kalau dia lebih cocok jadi oom-nya?”


4. Tapi, kamu ternyata cepat akrab sama mereka.

Malah jadi seperti ini.
…lalu malah jadi seperti ini. via giphy.com
Mereka akhirnya welcome sama kamu, setelah tahu ternyata kamu nyambung sama mereka. Ya gimana, orang saya seumuran udah cukup dewasa kok.


5. Kamu harus sudi digodain sama teman-temanmu.

Cieeh pacaran sama kimcil
“Cieeh pacaran sama kimcil!” via Kimcil
Teman-temanmu bakal godain kamu gara-gara pacarnya jauh lebih muda.
Teman A: “Ciyeee, pacaran sama kimc*il!”
Teman B: “Wah, dapet daun muda nih.”
Kamu: “Iya, kenapa? Ngiri ya gara-gara kalian masih jomblo?”
#emangnyaenakdiskakmat?


6. Juga, terima nasib dipanggil “Om” atau “Mbah” sama sahabatnya pacarmu.

Emangnya tampang gue kayak gini?
Emangnya tampang gue kayak gini? via www.jpnn.com
Selain kencan sama cewekmu, kamu juga bakal sering hang out bareng sahabat-sahabatnya cewekmu. Dan dengan semena-mena mereka manggil kamu ‘Om’ atau ‘Mbah.’ Duh, dek!


7. Tapi, teman-temannya yang lain bakal segan sama kamu.

Mereka bersikap sopan sama kamu.
Mereka bersikap sopan sama kamu.
Sebagai orang yang paling tua di situ, teman-teman cewekmu bersikap sopan sama kamu saat kalian lagi nonton pensi atau pertandingan olah raga. Mereka menyapa, “Hai, Kak!” atau sekadar senyum. Kamu sih stay cool, meski dalam hatimu: “MWA-HA-HA-HA-HA!”
(Padahal lebih banyak yang mengira kamu omnya.)


8. Tak jarang, kamu harus berhadapan dengan sikap alay pacarmu.

Alay sih, tapi manis kok.
Alay sih, tapi manis kok.
Alay itu salah satu proses menuju kedewasaan. Sayangnya, cewekmu itu masih berada di tahap alay, meski gak begitu akut sih. Dia me-request status married di Facebook, merayakan anniversary tiap bulan, atau memanggilmu dengan panggilan ‘papa’, ‘ayah’, atau semacamnya.
Alay sih, tapi bagimu kadang tingkah lakunya itu sweet juga….


9. Kamu juga butuh usaha ekstra untuk meladeni kemanjaannya.

Kadang manjanya dia melebihi ekspektasimu.
Kadang manjanya dia melebihi ekspektasimu. via RamSorayaFilm
Ya, karena kamu jauh lebih tua darinya, terkadang dia jadi manja banget ke kamu. Mulai dari minta temenin ke salon, beli buku, maupun sekadar minta beliin es krim. Kalo gak dituruti, dia bakal ngambek berhari-hari. Kamu sampai kewalahan sendiri pas dia lagi manja-manjanya ke kamu.


10. Kamu bisa dengan mudah memahaminya, tapi tidak sebaliknya.

Dia gak mau tahu
Dia gak mau tahu via giphy.com
Kadang dia gak bisa memahami keadaanmu atau keperluanmu. Misalnya, dia marah-marah saat kamu nongkrong sampai larut sama teman-temanmu setelah penat kuliah, karena dia sendiri gak pernah nongkrong sampai malam. Padahal kamu juga butuh refreshing dan banyak kegiatan yang dilakukan sampai larut malam.
Kamu pun cuma bisa menghela napas.


11. Makanya, sesekali kamu mesti men-downgradepola pikirmu.

aaaa
sesekali men-downgrade pola pikirmu. via itiswrittenforyou.files.wordpress.com
Kadang, cewekmu jadi labil emosinya. Pengennya dimengerti tapi gak mau mengerti kamu. Dia jadi cemburuan dan gampang kesal. Akhirnya kamu yang mengalah dengan berusaha menempatkan dirimu pada pola pikirnya.


12.  Tapi, karena kamu, dia jadi pribadi yang lebih dewasa dibanding anak-anak seumurannya.

DIa lebih dewasa dari gadis seumurannya.
DIa lebih dewasa dari gadis seumurannya. via www.booksie.com
Kamu dan dia telah mengelaborasi pola pikir masing-masing agar dapat saling menyesuaikan. Selain kamu yang berusaha menyesuaikan dengan pola pikirnya, dia pun berusaha mengimbangi pola pikirmu yang jauh lebih dewasa dan berpengalaman. Makanya, dia jadi pribadi yang lebih dewasa dibanding teman-teman sebayanya.


13. Tapi karena dia juga, kamu belajar untuk jadi pribadi yang lebih bijak

Kamu jadi orang yang lebih bijak
Kamu jadi orang yang lebih bijak via pbs.twimg.com
Menghadapi naik dan turunnya emosi pasanganmu secara tidak sadar membentukmu jadi orang yang jauh lebih bijak. Kamu tidak lagi menggebu-gebu, tidak lagi egois dan memaksakan kehendakmu. Kamu sadar bahwa rasa saling mengerti adalah kunci utama bagi hubungan yang berhasil.


14. Yang seru adalah pengalamanmu mendampinginya lulus SMA dan masuk perguruan tinggi.

Mendampinginya lulus SMA
Mendampinginya lulus SMA via twicsy.com
Mulai dari menemaninya belajar untuk ujian nasional, memeluknya saat pengumuman kelulusan, sampai mendampinginya di wisuda SMA. Kamu juga ikutan sibuk saat dia bingung memilih masuk universitas dan jurusan yang mana. Saat ospek pun, kamu dibuat repot demi membantunya mendapatkan perlengkapan ospek yang aneh-aneh. Berasa punya anak, deh.


15. Setelah dia kuliah, jarak usia kalian gak terasa lagi.

Dia lebih mandiri
Dia lebih mandiri via www.huffingtonpost.com
Kini dia menjadi wanita yang jauh lebih matang dibanding saat kamu mengenalnya dulu. Yang kamu gandeng kini bukan lagi gadis kecil manja yang dulu. Seiring dengan lingkungan pergaulannya yang naik tingkat, pola pikirnya pun berkembang. Kini dia lebih mandiri dan jauh lebih pengertian padamu.


16. Tapi, sampai kapanpun, dia tetap gadis manjamu yang dulu.

Dia tetap gadis kecilmu selamanya
Dia tetap gadis kecilmu selamanya via llayoung.blogspot.com
Meskipun dia lebih matang sekarang, bagimu dia tetap gadis manjamu yang dulu.

Pacaran dengan gadis yang usianya jauh lebih muda emang punya tantangan tersendiri sih. Tapi, kamu tetap merasa beruntung kok, bisa mendampinginya di masa-masa transisi hidupnya dari remaja menjadi dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar